247
Redaksi |

Doa-Doa Berbuka Puasa

Sumber foto: indianexpress.com

Pada dasarnyaa doa itu disyariatkan di setiap waktu (masyrû’iyyât fi kulli waqtin). Dasar hukumnya adalah firman Allah yang menyatakan:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 186)

Di samping itu, berdoa saat berbuka puasa merupakan salah satu waktu mustajab (dikabulkannya doa). Ada beberapa riwayat mengenai hal ini, yaitu:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا تُرَدّ، دَعْوَةُ الْوَالِدِ لولده، وَدَعْوَةُ الصّـَائِمِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

“Ada doa tiga orang yang tidak ditolak, yaitu 1). Doa orangtua untuk anaknya, 2). Doa orang berpuasa (ketika berbuka), dan 3). Doa orang yang berpergian.” (H.R. Imam al-Baihaqi)

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالْمَظْلُومُ

“Tiga orang yang doanya tidak ditolak: 1). Orang puasa hingga berbuka, 2). Pemimpin yang adil, dan 3). Orang yang didzalimi.” (H.R. Imam al-Tirmidzi)

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

“Tiga orang yang dianya tidak tertolak: 1). Pemimpin yang adil, 2). Orang puasa ketika dia berbuka, dan 3). Orang yang dizalimi. Allah akan mengangkat do’anya ke atas awan dan membuka pintu-pintu langit untuk do’a itu. Lalu Allah berfirman: ‘Demi keagungan-Ku, sungguh aku akan menolongmu meskipun setelah lewat waktunya.” (H.R. Imam al-Tirmidzi)

Baca juga: Doa Ketika Matahari Terbit

Berikut di bawah ini beberapa doa sebelum atau ketika berbuka puasa yang dikumpulkan dari berbagai riwayat. Rasulullah membacanya ketika berbuka puasa:

1) Doa dengan riwayat hadis shahih menurut Imam Ibnu Hajar:

اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan rahmatMu yang meliputi segala sesuatu agar memberi ampunan kepadaku.” (H.R. Imam Ibnu Majah)

2) Doa dengan riwayat hadis hasan menurut Imam al-Tirmidzi:

ذَهَبَ الظّـَمَأُ وَابْتَلّـَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Telah hilang dahaga, basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan jika Allah menghendaki.” (H.R. Imam Abu Dawud dan Imam al-Nasai)

3) Doa dengan riwayat hadis mursal:

اللهمَّ لكَ صُمْتُ، وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ

“Untukmulah aku berpuasa, dan atas rizkimu aku berbuka.” (H.R. Imam Abu Dawud dan Imam al-Baihaqi, hadis mursal)

Wallahu a’lam bi al-shawab….


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending