405
Redaksi |

Doa Keluar Rumah Berpegian atau Mencari Rizki

 

Sebagai seorang hamba, manusia harus memasrahkan segala sesuatunya kepada Allah. Di setiap usaha yang dilakukan manusia harus berada di bawah payung kepasrahan agar hati tetap tenang meski hal-hal yang diharapkan tidak berjalan dengan baik. Salah satu bentuk kepasrahan adalah dengan cara berdoa kepadaNya.

Karena itu, setiap keluar rumah, baik untuk berpergian biasa atau mencari rizki, Rasulullah meninggalkan kepada kita bacaan-bacaan doa yang sangat baik. Beberapa di antaranya adalah:

بِسم اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, hamba bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali (atas pertolongan) Allah.” (H.R. Imam Tirmidzi, Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Hibban).

Dalam riwayat lain disebutkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Ya Allah, hamba berlindung padaMu dari tergelincir atau digelincirkan, dari berbuat sesat atau disesatkan, dari berbuat zalim atau dizalimi, dari kebodoham atau dibodohi.” (H.R. Imam Tirmidzi, Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah, Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam al-Nasa’i).

Ketika sedang terjadi kesempitan rizki, Rasulullah mengajarkan doa atau tambahan doa seperti ini:

بِسْمِ اللَّهِ عَلَى نَفْسِي وَمَالِي وَدِينِي، اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا قُدِّرَ لِي حَتَّى لا أُحِبَّ تَعْجِيلَ مَا أَخَّرْتَ، وَلا تَأْخِيرَ مَا عَجَّلْتَ

“Dengan nama Allah yang menguasai jiwa, harta dan agamaku. Ya Allah, buat rela hatiku dengan menerima ketetapanMu, berkahilah aku dalam apa-apa yang ditakdirkan untukku sehingga aku tidak senang menyegerakan apa yang Kau tunda dan menunda-nunda apa yang Kau segerakan.” (H.R. Imam al-Thabrani).

Wallahu a’lam…

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending