314
Redaksi |

Doa Ketika Puting Beliung dan Hujan Deras

 

Puting beliung, hujan deras dan germuruh halilintar sering terjadi di belahan dunia manapun, termasuk Indonesia. Setiap kali terjadi hujan deras dan angin besar (puting beliung) Rasulullah SAW selalu membaca doa. Berikut beberapa riwayat yang dirangkum dari kitab al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu[1] karya Imam Abu Bakr al-Thuthusyi al-Andalusi (450-520 H) yang menjelaskan soal hal ini:

وروت عائشة رضي الله عنها أن النبي صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي ناشئا في أفق السماء ترك العمل, وإن كان في الصلاة ثم يقول: اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا, فإن أمطرنا قال: اللهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Diriwayatkan Sayyidah Aisyah ra. sesungguhnya Nabi SAW ketika melihat awan hitam di langit, beliau langsung meninggalkan pekerjaan, meskipun beliau sedang melakukan shalat, kemudian berucap: “Allahumma innî a’ûdzu bika min syarrihâ—ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari keburukan awan ini.” Dan ketika turun hujan, beliau berucap: “Allahumma shayyiban nâfi’an—ya Allah turunkanlah hujan yang membawa manfaat dan kesenangan.”[2]

عن أبي هريرة قال: سمعت النبي صلي الله عليه وسلم يقول: الريح من روح الله تعالي تأتي بالرحمة وتأتي بالعذاب, فإذا رأيتموها فلا تسبوها واسألوا الله خيرها واستعيذوا بالله من شرها

“Dari Sayyidina Abu Hurairah ra. beliau berkata: “Aku mendengar Nabi SAW bersabda: ‘Angin adalah bagian dari pemberian Allah, bisa membawa rahmat dan juga bisa membawa azab. Jika kalian melihatnya, jangan mencelanya, mohonlah kepada Allah kebaikannya dan berlindunglah kepada Allah dari keburukannya.”[3]

وروي عن ابن المسيب أن رسول الله صلي الله عليه وسلم كان إذا رأي السحاب قال: اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ

“Diriwayatkan dari Ibnu al-Musayyab, sesungguhnya Rasulullah SAW ketika melihat awan, beliau bersabda: “Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin—ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab.”[4]

Semoga bermanfaat.

Endnote:

[1] Lih. Imam Abu Bakr bin al-Walid bin Khalf al-Thurthusyi al-Andalusi, al-Du’a al-Ma’tsûr wa Âdâbuhu wa Mâ Yajibu ‘alâ al-Dâ’î Ityâ’nuhu wa Ijtinâbuhu, Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2002, hlm 170-171

[2] Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam al-Adab, Imam Ahmad dalam al-Musnad, dan Imam al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra

[3] Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam al-Adab, Imam al-Tirmidzi dalam al-Da’awat, Imam Ibnu Majah dalam al-Adab, dan Imam Ahmad dalam al-Musnad

[4] Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam al-Du’a, dan Imam al-Nasa’i dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending