367
Redaksi |

Doa Khalifah Umar bin Abdul Aziz Setelah Shalat ‘Id

Sumber gambar assakina.com

Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa Khalifah Umar bin Abdul Aziz berdiri dan berdoa setelah shalat Idul Fitri. Doanya adalah:

وقف عمر بن عبد العزيز بعد الصلاة يوم العيد, فقال: اللهمَّ إِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ: (إِنَّ رَحْمَتَ اللهِ قَرِيْبٌ مِنَ المُحْسِنِيْنَ) فَإِنْ كُنْتُ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ فَارْحَمْنِي وَإِنْ لَمْ أَكُنْ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ, فَقَدْ قُلْتَ: (وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا) فَارْحَمْنِي وَإِنْ لَمْ أَكُنْ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فَأَنْتَ أَهْلُ التَّقْوَي وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ فَاغْفِرْ لِي, وَإِنْ لَمْ أَكُنْ مُسْتَحِقًّا لِشَيْءٍ مِنْ ذَلِكَ فَأَنَا صَاحِبُ مُصِيْبَةٍ وَقَدْ قُلْتَ: (الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوا إِنَّا ِللهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. أُولئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ) اللهمَّ فَارْحَمْ

“Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra berdiri setelah shalat di hari raya ‘Id. Dia berkata: “Ya Allah, sesungguhnya Kau telah berfirman dan firmanMu pasti kebenarannya [Q.S. al-A’raf: 56]: (Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik), maka sekiranya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat baik, rahmatilah aku. Jikalau aku bukan termasuk orang-orang yang telah berbuat baik, sesungguhnya Kau telah berfirman [Q.S. al-Ahzab: 43]: (Dan adalah Dia yang Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman), maka sayangilah aku. Jikalau aku tidak termasuk orang-orang yang beriman, sesungguhnya Kau adalah Pemilik Ketakwaan dan Ampunan, maka ampunilah aku. Dan jikalau aku tidak termasuk ke dalam salah satu orang yang berhak dari semua itu, maka sesungguhnya aku adalah orang yang tertimpa musibah, sedangkan Kau telah berfirman [Q.S. al-Baqarah: 126 dan 157]: (Orang-orang yang apabila terkena musibah, mereka mengucapkan ‘inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’, mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk), maka Ya Allah, sayangilah aku.”[1]

Endnote:

[1] Sayyid Abdul Aziz al-Darani, Thaharah al-Qulub wa al-Khudlu’ li ‘Allam al-Ghuyub, Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 2003, hlm 178-179


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending