630
Redaksi |

Keutamaan Sayyidul Istighfar

Sumber gambar www.qpedia.org

Tidak ada manusia yang tidak berdosa kecuali para nabi. Meski demikian, para nabi tetap memohon ampun dan memanjatkan istigfar kepada Allah SWT. Berikut ini Sayyidul Istighfar yang memiliki kandungan keutamaan yang sangat besar:

:عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

“Dari Syaddad bin Aus ra, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: “Sesungguhnya istighfar yang paling utama adalah ketika seorang hamba mengucapkan:

“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada tuhan selainMu. Kaulah yang menciptakanku dan aku adalah hambaMu. Aku di atas ikatan janjiMu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung padaMu dari kejahatan yang kuperbuat. KepadaMu, kuakui segala nikmat anugerahMu kepadaku. Kuakui dosaku. Maka, ampunilah aku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selainMu.”

(Rasulullah bersabda): “Barangsiapa yang mengucapkannya (Sayyidul Istighfar) di waktu siang dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal di hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di waktu malam dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum waktu pagi, maka ia termasuk ahli surga.” (H.R. Imam al-Bukhari)

Membaca istighfar atau memohon ampun atas segala dosa yang pernah dilakukan sangat dianjurkan bagi setiap muslim, sebesar apapun dosanya. Allah berfirman:

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

“Barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya diri sendiri kemudian memohon ampun kepada Allah, ia akan mendapati Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. al-Nisa [4]: 110)

Untuk menegaskan luasnya ampunan Allah SWT, Sayyidina Abdullah bin Abbas ra mengatakan:

لَا كَبِيْرَةَ مَعَ اسْتِغْفَارٍ وَلَا صَغِيْرَةَ مَعَ إِصْرَارٍ

“Tidak ada dosa besar (jika) beriringan dengan istighfar dan tidak ada dosa kecil (jika) dikerjakan terus-menerus.” (Riwayat. Imam Ibnu Jarir al-Thabari dalam Tafsirnya)

Karena itu, luangkanlah waktu untuk membaca Sayyidul Istighfar kapanpun dan dimanapun kita berada. Wallahu a’lam…


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending