3453
Redaksi |

Mutiara Kata Sufi Zaman Now

Gambar: media.cntraveller.in

 

“The best thing a father can do for his children is love their mother.”

“Hal terbaik yang bisa dilakukan seorang ayah untuk anaknya adalah mencintai ibunya.”

(Syeikh Dr. Umar Faruq Abdullah[1])

 

“If you want to commit something sinful, remember that the pleasure will go away but the sin remains.”

“Jika kau hendak melakukan sesuatu yang berdosa, ingatlah bahwa kesenangannya akan pergi tapi dosanya tetap.”

(Syeikh Ahmad Sa’ad al-Azhari[2])

 

“If Islām is not making you happy, then something is wrong with your Islām.”

“Jika Islam tidak membuatmu bahagia, maka ada sesuatu yang salah dengan Islammu”

(Syeikh Hamzah Yusuf[3])

 

“We don’t want a place where Muslims feel safe and other people don’t feel safe. We want a land where everyone feels safe.”

“Kita tidak menginginkan tempat dimana muslim merasa aman dan orang lain tidak. Kita menginginkan tempat dimana semua orang merasa aman.”

(Syeikh Abdullah bin Bayyah[4])

 

“Never be disappointed with Allah ta’ala for the wrong in your life but reflect on the wrong in your obedience to Him.”

“Jangan pernah kecewa dengan Allah ta’ala karena kesalahan dalam hidupmu, tapi renungkanlah apa yang salah dalam ketaatanmu kepadaNya.”

(Syeikhah Safia Shahid[5])

 

“How can you claim to love Allāh, when the ‘lover’ is sleeping at night and the beloved (Allāh) is awake.”

“Bagaimana bisa kau mengklaim mencintai Allah, ketika sang pecinta tidur di malam hari dan yang dicinta (Allah) selalu terjaga.”

(Syeikh Dr. Muhammad Tahirul Qadri[6])

 

Endnote:

[1] Syeikh Umar Faruq Abdullah lahir dan dibesarkan dari keluarga Kristen Protestan. Menemukan Islam setelah membaca otobiografi Malcom X, kemudian mempelajarinya dengan serius hingga menjadi ulama sufi di Amerika. Nama aslinya Waymann-Landgraf.

[2] Syeikh Ahmad Sa’ad al-Azhari, lahir di Mesir dan tinggal di Inggris. Pendiri Ihsan Institute. Alumni Universitas al-Azhar, Mesir. Beberapa gurunya adalah Syeikh Ali Jum’ah dan Habib Umar bin Hafidz. Dia masih keturunan Rasulullah dari jalur Sayyidina Hasan.

[3] Syeikh Hamzah Yusuf, nama aslinya Mark Hanson. Dilahirkan dari keluarga Kristen Ortodoks Yunani, kemudian memeluk Islam. Setelah menjadi muslim, Mark Hanson belajar Islam secara serius, menghabiskan berpuluh-puluh tahun lamanya. Hingga pernah belajar di padang gurung Mauritania dengan berbagai kesukaran dan keterbatasa, tidur beralaskan tikar dalam tenda, lalu lalang binatang liar, tiada listrik, dan lain sebagainya. Di Mauritania, dia belajar pada Syeikh Muhammad Ould Fahfu al-Massumi yang lebih dikenal dengan panggilan Murabit al-Hajj.

[4] Syeikh Abdullah bin Bayyah adalah ulama terkemuka yang menguasai hampir seluruh disiplin ilmu keislaman. Salah satu guru Syeikh Hamzah Yusuf.

[5] Syeikhah Safia Shahid adalah ulama wanita yang besar dan lahir di Glasgow. Tahun 2003 dia pergi ke Syiria untuk memperdalam pengetahuan keislamannya. Dia menerima banyak ijazah kitab-kitab klasik Islam. Beberapa gurunya adalah Syeikh Shukri al-Luhafi, Syeikh Ahmad al-Habbal, Syeikh Abul Hasan al-Kurdi, Syeikh Muhammad Yaqoubi dan lain-lain. Kesehariannya dilalui dengan mengajar berbagai materi kesilaman di UK dan berkeliling ke berbagai dunia.

[6] Syeikh Muhammad Tahirul Qadri, ulama asal Pakistan. Guru besar Hukum Konstitusi di Universitas Punjab.

 

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending