523
Redaksi |

Aljamiado, Tulisan Pegon Spanyol

Sumber gambar cla.umn.edu

Menurut Anwar G. Chejne, istilah “aljamiado” berasal dari kata Arab “’ajamiyah”. Kata “’ajamiyah” sendiri berasal dari kata ‘ajam yang arti dasarnya “orang non-Arab”. Dalam hal ini, arti yang dimaksud adalah “bahasa asing”.[1] Aljamiado atau Aljamia merupakan cara penulisan bahasa rumpun Roman menggunakan alpabet Arab yang digunakan di wilayah Andalusia ketika itu sebagai bahasa komunikasi, sedangkan Arab digunakan sebagai bahasa ilmu pengetahuan, peradaban dan agama. Bisa dikatakan aljamiado ini mirip tulisan Arab Jawi atau Arab Pegon.

Penulisan sistematik dari rumpun bahasa Roman dalam huruf Arab mulai muncul pada abad ke-15 M. Teks kunci yang menggunakan aljamiado adalah kompilasi seorang mufti dari Segovia yang berjudul Suma de los principales mandamientos y devediamentos de nuestra santa ley y sunna di tahun 1462 M.  Rumpun bahasa Roman yang paling banyak menggunakan aljamiado adalah bahasa Castilian (Spanish), meski demkian ditemukan juga teks yang menunjukkan campuran (mixture) dengan bahasa Aragon[2]. Teks yang menggunakan bahasa Valencia dan Catalan terbilang sangat langka. Hampir di setiap teks terdapat banyak sekali kata Arab. Kosa kata Arab dipinjam dengan bebas dan sering disesuaikan dengan morfologi bahasa Spanyol (atau rumpun bahasa Roman lainnya), contohnya kata “los almalaques” (al-malak, malaikat).[3]

Aljamiado Alpabet (wikipedia.org)

Tulisan aljamiado banyak digunakan oleh kaum Moriscos[4] untuk melestarikan budaya Islam dan bahasa Arab setelah jatuhnya kerajaan Islam terakhir di semenanjung Iberia. Ketika itu, mereka dipaksa mengadopsi budaya dan tradisi Kristen serta dipaksa menghadiri peribadatan gereja di setiap hari Minggu. Tapi banyak dari mereka yang secara sembunyi-sembunyi menjalankan agamanya dan menggunakan almajiado untuk menjaga keislaman dan tradisi mereka. Ini mengindikasikan keteguhan hati mereka untuk menjaga warisan Islam dan mengajarkannya pada generasi yang telah melupakan bahasa Arab. Lebih dari itu, aljamiado literatur mencerminkan pemikiran mendalam kaum Moriscos dan meneguhan kembali keimanan mereka—di waktu yang sama, menyuguhkan tantangan pada banyaknya peraturan penguasa Kristen atas pembatasan dan persekusi.[5]

Baca juga: De Gradibus, Buku Kedokteran al-Kindi

Menurut catatan, terdapat lebih dari dua ratus manuskrip aljamiado yang bertahan sampai sekarang. Banyak dari manuskrip tersebut ditemukan di rumah-rumah yang dulunya tempat tinggal Moriscos di timur laut Spanyol. Penemuan terbesar manuskrip aljamiado di Zaragoza (1884), “Almonacid de la Sierra.” Yang paling belakangan ditemukan adalah “Urrea de Jalon” (Zaragoza, 1984).[6]  

Korpus aljamiado berisi banyak tema, yang terbanyak di bidang agama semacam koleksi doa, terjemah al-Qur’an dan lain sebagainya. Ada juga teks yang berisi ilmu hikmah (semacam pedukunan) seperti jimat dan ramalan. Hampir semua karya aljamiado memiliki corak Islam yang kuat. Contoh yang berbentuk puisi: Poema de Yucuf (tentang Nabi Yusuf), Almadha de alabanza al an-nabi Muhammad (syair pujian pada Nabi Muhammad), Discurso de la descendencia de Muhammad, dan lain sebagainya. Satrawan yang membuat puisi yang dapat diidentifikasi namanya hanya ada tiga, Muhammad Rabadan, Juan Alfonso Aragones, dan Ibrahim de Bolfad.[7]

Ditemukan juga beberapa karya yang berbentuk prosa naratif semacam Rrekontamiento del rrey Alisandre (Kisah Iskandar Zulkarnain), Leyenda de Yusuf (Kisah Nabi Yusuf), Libro de las batallas (Kisah Kepahlawanan Islam awal), Historia de los amores de Paris y Viana (kisah yang inspirasinya berasal dari Barat), Tafsira Mancebo de Arevalo (berisi petunjuk pengamalan Islam dan otobiografi dari seorang Morisco), dan masih banyak karya-karya lainnya.[8]

Berikut foto atau gambar beberapa halaman manuskrip (dikumpulkan dari berbagai sumber):

Poema de Yusuf” sumber gambar wikipedia.org

Endnote:

[1] Anwar G. Chejne, Islam and the West: The Moriscos: A Cultural and Social History, New York: State University of New York, 1983, hlm 42-43

[2] Salah satu dialek dari rumpun bahasa Roman yang digunakan oleh orang-orang yang hidup di Aragon, Spanyol.

[3] E. Michael Gerli (ed.), Medieval Iberia: An Encyclopedia, London: Routledge, 2003, hlm 79

[4] Moriscos (bahasa Spanyol, Portugis, dan Catalan) yang berarti Moorish (bangsa Moor). Moriscos merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan “bekas pemeluk Islam” atau “orang yang dipaksa memeluk Kristen” setelah Spanyol berhasil mengusir bangsa Moor (orang Islam) dari Spanyol. Banyak dari mereka yang berpura-pura memeluk Kristen.

[5] Anwar G. Chejne, Islam and the West: The Moriscos: A Cultural and Social History, hlm 43

[6] E. Michael Gerli (ed.), Medieval Iberia: An Encyclopedia, London: Routledge, 2003, hlm 79

[7] E. Michael Gerli (ed.), Medieval Iberia: An Encyclopedia, London: Routledge, 2003, hlm 79

[8] E. Michael Gerli (ed.), Medieval Iberia: An Encyclopedia, London: Routledge, 2003, hlm 79


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending