405
Redaksi |

Ibnu Hubal (1121-1213 M), Dokter Penulis Kitâb al-Mukhtârât fî al-Thibb

Sumber gambar www.1001inventions.com

Nama lengkapnya Muhadzdzib al-Dîn Abî al-Hasan ‘Alî bin Ahmad bin Hubal. Lahir di Baghdad pada tahun 1121 M (515 H) dan meninggal di Mosul pada tahun 1213 M (610 H). Ibnu Hubal adalah seorang dokter yang memiliki otoritas medis dan juga seorang penyair hebat. Dia pindah ke Khilat (sekarang Ahlat, Turki) dan melayani penguasa setempat di bidang kedokteran. Kemudian dia pindah ke Mardin untuk melayani penuasa lokal lainnya.

Karya paling monumentalnya adalah Kitâb al-Mukhtârât fî al-Thibb (Buku Antologi Medis) yang ditulis sekitar 1165. Pola penyusunannya mirip dengan ensiklopedi medis yang ditulis oleh Ibnu Sina dan al-Razi, yaitu berisi kompendium pengetahuan medis Gelen yang ditambah dengan hasil dari praktik klinis pribadi setelah bertahun-tahun lamanya.[1]

Kitâb al-Mukhtârât fî al-Thibb terbagi dalam tiga bagian utama, 1) anatomi dan prinsip-prinsip umumnya, 2) farmakope, dan 3) daftar penyakit yang disusun sesuai dengan organ yang terkena dari mulai kepala sampai kaki. Manuskrip Kitâb al-Mukhtârât fî al-Thibb terdapat di Leiden, Paris, Kairo dan India. Ada juga beberapa copy di Turki dan bentuk tidak lengkapnya di Princeton dan Perpustakaan British di London. Dalam teks London, Kitâb al-Mukhtârât fî al-Thibb diawali dengan pembahasan penyakit otak.[2] Dalam buku tersebut, Ibnu Hubal menunjukkan perhatian besarnya terhadap observasi personal dan sangat mengandalkan pengalaman praktik klinis.

Ibnu Hubal juga sering mengemukakan pentingnya aturan etik untuk dokter, termasuk karakteristik fisik ideal yang harus dimiliki seorang dokter. Dia mengatakan:

“Seorang pelajar dari profesi ini harus berpenampilan atraktif dan fit. Dia harus selalu dalam semangat yang bagus, tidak pernah mengerutkan dahi atau cemberut. Sehingga orang-orang (pasien) sangat berharap untuk menemuinya, membuat mereka tersenyum ketika berbicara dengannya dan senang berkumpul dengannya. Seorang dokter seharusnya dalam bentuk tubuh pertengahan (moderat), tidak gemuk dan kurus. Jika susah, kurus lebih baik, dst….”[3]

Endnote:

[1] E. Ruth Harve, “Ibnu Hubal” dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, hlm 1104

[2] E. Ruth Harve, “Ibnu Hubal” dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, hlm 1104

[3] Plinio Prioreschi, A History of Medicine Vol IV: Byzantine and Islamic Medicine, Omaha: Horatus Press, 2004, hlm 398


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending