516
Redaksi |

Ibnu Juljul (w. 994 M), Dokter Penulis Sejarah Medis Dunia

Sumber gambar di sini

Nama lengkapnya Abû Dawud Sulaiman bin Hasan bin Juljul. Lahir tahun 944 M di Kordova, Andalusia (Spanyol) dan wafat tahun 994 M. Dia seorang dokter, farmakolog dan ahli tumbuh-tumbuhan (botanist). Ibnu Juljul mulai mempelajari ilmu kedokteran sejak berusia 14 tahun. Setelah menghabiskan waktu lebih dari sepuluh tahun belajar, Ibnu Juljul diakui otoritas medisnya oleh para ahli.[1] Salah satu gurunya adalah Hasday bin Shaprût, dokter Yahudi dan menteri Khalifah Abdurrahman III (khalifah pertama Bani Umayyah di Spanyol/Andalusia).[2]

Karir puncaknya sebagai doktor adalah ketika dia diangkat menjadi dokter pribadi Khalifah Hisyam II (khalifah ketiga Bani Umayyah di Spanyol). Di saat itulah Ibnu Juljul banyak menulis buku tentang kedokteran dan sejarahnya.[3] Ibnu Juljul menulis buku Thabaqât al-Athibbâ’ wa al-Hukamâ[4] (Biografi Para Dokter dan Orang Bijak dari Berbagai Generasi). Buku itu dipandang sebagai salah satu buku tertua dalam bahasa Arab tentang sejarah kedokteran dan pengobatan. Berisi tentang 57 biografi yang dibagi dalam sembilan generasi. Tiga puluh satu biografi tentang sarjana/dokter dari Asia, sisanya dari Afrika dan Andalusia.[5]

Dalam menyusun buku Thabaqât al-Athibbâ’ wa al-Hukamâ’, Ibnu Juljul menggunakan sumber-sumber Timur Klasik (Hippocrates, Galen dan Dioscorides) dan sumber Barat (Orosius dan Isidore). Meskipun ada kesalahan kronologis dalam Thabaqâtnya, tapi ditemukan informasi menarik tentang terjemahan tertua sumber-sumber tersebut ke dalam bahasa Arab, yaitu di era Khalifah Umar bin Abdul Aziz.[6] Beberapa tokoh yang termasuk dalam buku tersebut adalah Hippocrates, Plato, Aristoteles, Socrates, Ptolemy, Euclid, Cato, Galen, Hunain bin Ishaq, al-Kindi dan al-Razi.[7]

Baca juga: Ibnu Wahshiyya (w. 930 M), Sejarahwan yang Memecahkan Hieroglif Mesir Kuno

Karya lain Ibnu Juljul adalam Tafsîr Asmâ’ al-Adwiya al-Mufrada min Kitâb Diyusquridus (Menjelaskan Nama-Nama Obat/Bahan Obat dari Buku Karya Dioscorides). Buku tersebut berisi tentang identifikasi Ibnu Juljul atas zat obat dalam list obat-obatan yang dicatat oleh Pedanius Dioscorides (40-90 M), dokter Yunani yang hidup di masa Kaisar Nero, dalam bukunya De Materia Medica.[8]

Dalam proses penyusunan buku tersebut, Ibnu Juljul mempekerjakan pendeta Kristen bernama Nicholas untuk membantunya menerjemahkan teks berbahasa Yunani. Di saat inilah Ibnu Juljul bekerja sangat dekat dengan dokter Kristen di bawah arahan Hasday bin Shaprût, dokter Yahudi dan seorang menteri kekhalifahan. Sayangnya hanya beberapa bagian saja dari buku ini yang bertahan.[9]

Kemudian Ibnu Juljul menulis Maqâlah fi Dzikr al-Adwiya al-Mufrada Lam Yadzkurhâ Diyusquridus (Buku tentang Obat/Bahan Obat yang tidak disebutkan oleh Dioscoridus). Dan banyak karya-karya lainnya yang sayangnya tidak bertahan sampai sekarang atau hilang.[10] Meski demikian, peninggalan ilmiahnya banyak dipelajari oleh ilmuwan setelahnya, salah satunya oleh Albertus Magnus (1200-1280 M), seorang uskup Katolik asal Jerman. Albertus Magnus menyebut nama Ibnu Juljul dalam versi Latin, Gilgil.[11]

Endnote:

[1] Matthew Long, “Ibnu Juljul”, dalam Ibrahim Kalin (ed.), The Oxford Encyclopedia of Philosophy, Science, Technology in Islam vol 1, New York: Oxford University Press, 2014, hlm 333

[2] Emilia Calvo, “Ibnu Juljul”, dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, London: Kluwer Academic Publisher, 1997, hlm 421

[3] Matthew Long, “Ibnu Juljul”, dalam Ibrahim Kalin (ed.), The Oxford Encyclopedia of Philosophy, Science, Technology in Islam vol 1, hlm 333

[4] Menariknya dalam buku ini (hlm 116) terdapat pendapat Ibnu Juljul tentang kemunduran ilmu pengetahuan di dunia Islam, khususnya di wiliyah Timur (Daulah Abbasiyyah). Dia mengatakan (terjemah bebas): “Daulah Abbasiyah telah dilemahkan oleh kekuasaan orang Dailam dan Turki yang tidak memandang penting ilmu pengetahuan. Para ilmuwan akan muncul hanya jika penguasanya memandang penting pengetahuan.”

[5] Emilia Calvo, “Ibnu Juljul”, dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, hlm 421

[6] Emilia Calvo, “Ibnu Juljul”, dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, hlm 421

[7] Matthew Long, “Ibnu Juljul”, dalam Ibrahim Kalin (ed.), The Oxford Encyclopedia of Philosophy, Science, Technology in Islam vol 1, hlm 333

[8] Lihat Zohar Amar dan Efraim Lev, Arabian Drugs in Medieval Mediterranean Medicine, Edinburg: Edinburg University Press, 2017.

[9] Matthew Long, “Ibnu Juljul”, dalam Ibrahim Kalin (ed.), The Oxford Encyclopedia of Philosophy, Science, Technology in Islam vol 1, hlm 333

[10] Matthew Long, “Ibnu Juljul”, dalam Ibrahim Kalin (ed.), The Oxford Encyclopedia of Philosophy, Science, Technology in Islam vol 1, hlm 333

[11] J. Vernet, “Ibn Juljul, Sulaymān Ibn Hasan.” Complete Dictionary of Scientific Biography. Encyclopedia.com. 4 May. 2018.


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending