330
Redaksi |

Ibnu Wafid (w. 1074), Farmakolog dan Dokter Pembuat Obat

Sumber gambar di sini

Nama lengkapnya Abû al-Mutharrif Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Kabîr bin Yahyâ bin Wâfid bin Muhammad al-Lakhmî. Dia lahir di Toledo sekitar tahun 997 dan meninggal di kota yang sama tahun 1074 M. Di masa hidupnya, Ibnu Wafid pernah menjadi menteri Yahyâ bin Ismail al-Ma’mûn (w. 1075 M), penguasa Toledo dari Dinasti Dhunnunid. Orang Eropa (Latin) menyebutnya “Abenguefit” atau “Abel Nufit.”[1]

Ibnu Wafid merupakan seorang dokter, ahli pertanian, kimiawan dan farmakolog yang sejak muda sibuk mempelajari karya-karya Aristoteles, Dioscorides dan Galen di Kordova. Kemudian dia kembali ke Toleda dan merancang kebun raya (botanical garden) untuk al-Ma’mun.[2]

Ibnu Wafid menggunakan metode kimia yang berkembang saat itu untuk mengekstraksi lebih dari lima ratus jenis obat dari tumbuh-tumbuhan. Dia menulis Kitâb fi al-Adwiya al-Mufradah (Buku Pengobatan Sederhana) selama dua puluh tahun. Buku tersebut merupakan sintetis dari Dioscorides dan Galen dengan tambahan penemuan-penemuan baru. Menurut Ibnu Sa’id (teman Ibnu Wafid), struktur dasar buku tersebut mengedepankan pengobatan atau penggunaan obat sederhana, karena Ibnu Wafid tidak menyukai menggunakan obat-obatan senyawa (campuran), bahkan jika memungkinkan, Ibnu Wafid akan menghindari penggunaan obat-obatan dan mencoba menyembuhkan pasiennya dengan mengikuti perawatan diet.[3]

Baca juga: Abdurrahman al-Sufi (903-986 M), Astronom-Sufi Berpengaruh

Buku al-Adwiya al-Mufradah diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerard de Cremona dengan judul, “Liber Albenguefith Phlosophi de Virtutibus Madicinarum et Ciborum.” Terjemahan dalam bahasa Ibrani dan Catalan pun masih bertahan sampai sekarang.[4]

Meski tidak menyukai penggunaan obat-obatan senyawa (campuran) karena efek sampingnya, bukan berarti Ibnu Wafid melarang penggunaannya. Dia akan menggunakannya ketika keadaan telah benar-benar mendesak. Karena alasan ini, Ibnu Wafid menulis Kitâb al-Wisâd fi al-Thibb atau sering juga disebut dengan Kitâb al-Rasysyad fi al-Thib. Dalam buku tersebut, Ibnu Wafid menjelaskan obat-obatan senyawa dan penggunaan praktisnya. Data atau informasi yang digunakan di buku tersebut berdasarkan pengalaman Ibnu Wafid dalam meramu dan mengobati pasien.[5]

Buku-buku karya Ibnu Wafid lainnya adalah, Mujarrabat fi al-Thibb (Pengalaman Medis), Tadqîq al-Nazar fi ͑Ilal Hâssat al-Bashar (Observasi dalam Perawatan Penyakit Mata), Kitâb al-Mughîts, dan Majmû’ al-Filâha (Kumpulan Ilmu Pertanian). Ibnu Wafid juga menulis risalah tentang balneologi[6] yang masih terjaga sampai saat ini dalam versi bahasa Latin, “De Balneis.” [7]

Endnote:

[1] J. Vernet, Ibn Wafid, Abu Al-Mutarrif Abd Alrahman.Complete Dictionary of Scientific Biography. Encyclopedia.com. diakses 28 April 2018.

[2] Emilia Calvio, “Ibn Wafid,” dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, Berlin: Springer, 1997, hlm 1123

[3] J. Vernet, Ibn Wafid, Abu Al-Mutarrif Abd Alrahman.Complete Dictionary of Scientific Biography. Encyclopedia.com. diakses 28 April 2018.

[4] Emilia Calvio, “Ibn Wafid,” dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, Berlin: Springer, 1997, hlm 1123

[5] Emilia Calvio, “Ibn Wafid,” dalam Helaine Selin (ed.), Encyclopaedia of the History of Science, Technology, and Medicine in Non-Western Cultures, Berlin: Springer, 1997, hlm 1123

[6] Ilmu yang mengkaji tentang manfaat terapi mandi dalam air alam (mata air) dan air kesehatan (dicampur obat-obatan/ramuan obat).

[7] J. Vernet, Ibn Wafid, Abu Al-Mutarrif Abd Alrahman.Complete Dictionary of Scientific Biography. Encyclopedia.com. diakses 28 April 2018.


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending