386
Redaksi |

Lady Evelyn Murray, Wanita Inggris Pertama yang Berhaji

 

Evelyn Murray lahir di Edinburgh pada tahun 1867. Dia adalah anak perempuan tertua dari Charles Murray (1841-1907 M), seorang bangsawan Skotlandia (7th Earl[1] of Dunmore). Dia menghabiskan masa kecilnya di Aljazair dan Kairo didampingi oleh para pengasuh muslim.[2] Evelyn Murray menjadi terkenal ketika dia menjadi wanita Inggris pertama yang berangkat haji pada tahun 1933. Ketika itu usianya sudah mencapai 65 tahun.

Dalam bukunya, Pilgrimage to Mecca, Evelyn Murray mengatakan bahwa dia pertama kali menyatakan dirinya sebagai muslim setelah bertemu Paus di Vatikan, Roma. Dia mengatakan:

“Some years went by, and I happened to be in Rome staying with some Italian friends when my host asked if I would like to visit the Pope. Of course, I was thrilled. When His Holiness suddenly addressed me, asking if I was a Catholic, I was taken aback for a moment and then replied that I was a Muslim. What possessed me I don’t pretend to know, as I had not given a thought to Islam for many years. A match was lit, and I then and there determined to read up and study the faith.”

“Beberapa tahun telah berlalu, dan aku berada di Roma, tinggal bersama beberapa teman Italia. Ketika ditanya ‘apa aku akan suka mengunjungi Paus.’ Tentu saja aku sangat senang. Ketika His Holiness (Paus Suci) tiba-tiba berbicara padaku dan bertanya ‘apakah aku Katolik?’ Aku terdiam sejenak, kemudian kujawab bahwa aku seorang muslim. Apa yang merasukiku, aku tidak akan berpura-pura mengetahuinya, karena aku tidak memikirkan Islam bertahun-tahun lamanya. Korek telah menyala, kemudian kuputuskan untuk membaca dan mempelajari iman Islam.”

Lady Evelyn Murray (paling kanan)

 

Masa kecilnya di lingkungan Islam (Kairo dan Aljazair) berpengaruh besar terhadap ketertarikannya pada Islam. Meskipun dia tidak pernah menyebut dirinya sebagai muslim sebelum perjumpaannya dengan Paus, dia meyakini bahwa dia telah menjadi muslim sedari dulu. Dalam buku yang sama, Pilgrimage to Mecca, dia menulis:

“I am often asked when and why I become a Moslem. I can only reply that I do not know the precise moment when the truth of Islam dawned on me. It seems that I have always been a Moslem.”

“Aku sering ditanya kapan dan kenapa aku menjadi seorang muslim. Aku hanya bisa menjawab bahwa aku tidak tahu kapan tepatnya kebenaran Islam menerangiku. Tampaknya, aku telah selalu menjadi seorang muslim (dari dulu).”

Lady Evelyn Murray mengganti namanya menjadi Zainab Cobbold[3] setelah memeluk Islam. Dia pertama kali menyatakan diri sebagai seorang muslim di tahun 1915. Zainab Cobbold mempunyai keinginan besar untuk mengunjungi Mekkah (Haji) dan Madinah. Hal itu tidak mungkin dilakukan kecuali dengan menyatakan diri sebagai muslim. Karena itu, setelah menyatakan diri sebagai muslim, pada jamuan makan malam di Claridge, Zainab membujuk Marmaduke Pickthall[4] (1875-1936 M) untuk menyatakan diri sebagai muslim di hadapan publik.[5]

Pada tahun 1933, Lady Evelyn (Zainab Cobbold) menjalankan ibadah haji bersama rombongan Muslim Eropa lainnya. Dia satu-satunya wanita dalam rombongan itu. Satu tahun berikutnya (1934), bukunya Pilgrimage to Mecca dipublikasikan dan menjadi buku catatan haji pertama yang ditulis oleh seorang wanita Inggris sekaligus menjadi catatan tertua haji menggunakan mobil dari Mina ke Arafat. Buku lainnya adalah “Kenya: Land of Illusion.” Selain gemar berpergian, Zainab Cobbold aktif dalam kegiatan dakwah bersama William Quilliam dan pendakwah lainnya di Masjid Woking. Dia pun lancar berbahasa Arab.

Masjid Woking di Inggris (sekarang)

 

Lady Evelyn meninggal dunia pada tahun 1963 di usia 98 tahun. Dia dikuburkan di sebuah bukit terpencil di tanah miliknya di Glencarron, Wester Ross, Skotlandia sesuai permintaannya. Karena tidak ada orang Islam di Skotlandia untuk menshalatinya, keluarganya menghubungi orang-orang dari Masjid Woking untuk menshalatinya. Dia berwasiat ingin dikuburkan menghadap Mekkah dengan batu nisan bertuliskan, “Allah nûr al-samâwât wa al-ardl—Allah adalah cahaya langit dan bumi.”

Endnote:

[1] Gelar bangsawan di Britania Raya

[2] “The Victorian Muslim of Britain: The Stories of British Aristocrats Who Converted to Islam.” aljazeera.com, 15 Juni 2016.

[3] Nama belakang suaminya, John Dupuis Cobbold.

[4] Intelektual Muslim asal Inggris. Masuk Islam dari agama Kristen. Seorang novelis yang kualitas karyanya diakui oleh D.H. Lawrence, E.M. Foster, dan lain sebagainya. Pickthall bisa dikatakan orang pertama yang menerjemahkan al-Qur’an secara lengkap dalam bahasa Inggris.

[5] Lihat Ziauddin Sardar, Mecca: The Sacred City, London: Bloomsbury Publishing, 2014.

 

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending