4737
Redaksi |

Syair Imam al-Ghazali Sebelum Wafat

 

قصيدة للإمام الغزالي حجة الإسلام

Kasidah Imam al-Ghazali

 

قال شقيقه الشيخ أحمد: لما حضرت أخي الوفاه قال هاتوا لي كفني لأتجهز للدخول على الملك ، فأخذه وصعد إلى غرفة بأعلى واغتسل ولبس كفنه وصعدنا بعده فوجدناه قد لحق بربه وإذا بهذه الرقعة بجوار رأسه وقد كتب فيها هذه الأبيات:

Adik Imam Abu Hamid al-Ghazali, Ahmad bertutur: “Ketika kematian telah mendatangi saudaraku, dia berkata padaku: ‘berikan padaku kain kafan, aku hendak bersiap masuk berjumpa yang Maha Kuasa. Kemudian dia (Imam al-Ghazali) mengambilnya dan naik ke kamarnya, mandi dan memakai kain kafannya (sendiri). Ketika aku naik beberapa saat kemudian, kutemukan dia telah menghadap Tuhannya. Di sekitar kepalanya terdapat kertas yang bertuliskan bait-bait puisi ini”:

 

قل لإخوان رأوني ميتا # فبكوني ورثوني حزنا

Katakan pada para sahabatku, ketika mereka melihatku, mati

Kemudian menangis dan berduka untukku dalam sedih

أتظنون بأني ميتكم # ليس هذا الميت والله أنا

Janganlah kau sangka jasad yang kau lihat ini adalah aku

Demi Allah, mayit di hadapanmu ini bukan aku

أنا في الصور وهذا جسدي # كان لباسي وقميصي زمنا

Aku adalah jiwa, sedangkan ini sekumpul daging

Sekedar rumah dan pakaianku sementara waktu

أنا در قد حواه صدف # كنت ممحوناً فعفت المحنا

Aku adalah mutiara, yang tersembunyi dalam kerang

Telah dipoles ujian, maka ku dimaafkan

أنا عصفور وهذا قفصي # طرت عنه وبقى مرتهنا

Aku adalah burung, dan tubuh ini sangkarku

Yang terbang menjauhinya dan meninggalkannya di belakang

أشكر الله الذي خلصني # وبنا لي في المعالي وطنا

Aku bersyukur kepada Allah yang membebaskanku

Menempatkanku di hunian surga yang tinggi

كنت قبل اليوم ميتا بينكم # فحييت وخلعت الكفنا

Aku, sebelum kematianku telah mati di antaramu

Kini, aku hidup dan menanggalkan kafanku

قد ترحلت وخلفتكم # لست أرضى داركم لي وطنا

Aku telah pergi dan meninggalkanmu

Tidak kuinginkan rumah duniamu menjadi rumahku

وأنا اليوم أناجي ملكا # وأرى الحق جهارا علنا

Kini, aku berbisik-bisik dengan para malaikat

Aku bertemu al-Haqq tanpa hijab penghalang

عاكفا في اللوح أقرأ وأرى # كل ما كان ويأتي أو دنا

Kudiami Lauh al-Mahfudz, di dalamnya kusibuk membaca dan melihat,

Segala apa yang telah, sedang dan akan terjadi

وطعامي وشرابي واحد # وهو رمز فافهموه حسنا

Makanan dan minumanku satu

Sebuah isyarat yang dipahami penuh kebaikan

ليس خمرا سائغا أو عسلا # لا ولا ماء ولكن لبنا

Bukan khamr yang lezat, ataupun madu

Bukan pula air, melainkan susu

هو شراب رسول الله إذ # كان لسر من فطرة فطرتنا

Minuman kegemaran Rasulullah SAW, Karena mengandung

isyarat rahasia kesucian yang mensucikan

حي ذا الدار تؤم مغرق # فإذا مات اطار الوسنا

Biarlah rumah-rumah yang dimiliki tenggelam

Karena jika kematian datang, melayanglah rasa kantuk

لا تظنوا الموت موتا إنه # لحياة وهو غاية المنى

Jangan mengira mati adalah kematian, tidak,

itu adalah kehidupan, akhir perjalanan takdir

لا ترعكم هجمة الموت فما # هو إلا نقلة من ها هنا

Sergapan kematian bukanlah apa-apa

Tak lain sekedar perpindahan dari dunia ini

اخلعوا الأجساد من أنفسكم # تبصروا الحق عيانا بينا

Tanggalkanlah rumah tubuh dirimu

Pandanglah yang Maha Hak dengan penglihatan yang benderang

أحسنوا الظن برب راحم # تشكروا السعي وتأتوا أمنا

Perbaguslah prasangkamu pada Tuhan yang Maha Kasih

Bersyukurlah atas karunianya dan datang tanpa takut

ما أرى نفسي إلا أنتم # واعتقادي أنكم أنتم أنا

Apa yang kulihat dalam diriku tidak lain adalah kau

Kuyakin kau bisa menjadi apa yang ku menjadi

عنصر الأنفاس منا واحد # وكذا الأجسام جسم عمنا

Karena elemen jiwa kita satu

Tubuh kita pun berasal dari muasal yang sama

فمتى ما كان خير لنا # ومتى ما كان شر فمنا

Kapanpun ada kebaikan itu untuk kita

Kapanpun ada kejahatan itu berasal dari kita

فارحموني ترحموا أنفسكم # واعلموا أنكم في أثرنا

Maka kasihilah diriku dan kasihilah dirimu sendiri

Ketahuilah bahwa kau berada dalam jejak kehidupan

أسأل الله لنفسي رحمة # رحم الله صديقا أمنا

Kumohon pada Allah rahmat untuk diriku

Rahmat Allah untuk orang yang terpercaya lagi beriman

وعليكم مني سلام طيب # وسلام الله عليكم وثنا

Kusampaikan pada kalian salam yang membahagiakan

Salamullahi ‘alaikum wa tsana

****

terjemah redaksi

 

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending