603
Redaksi |

Syair Imam al-Bûshîrî (w. 1259 M), “al-Subhu Badâ…”

Gambar islamicity.com

 

الصُّبْحُ بدَا مِنْ طَلْعَتِهِ # والليلُ دجا من وفرتهِ

Cahaya fajar tertampak dari wajahnya # kilau malam memekat dari rambutnya

فاقَ الرُّسلا فضلاً وعلا # أَهْدَى السُّبُلاَ لِدَلالَتِهِ

Keutamaan dan keluhurannya melebihi seluruh rasul # dia tunjuki (manusia) ke jalan lurus dengan petunjuknya

كَنْزُ الْكَرَمِ مُوْلِي النِّعَمِ # هادي الأممِ لشريعتهِ

(Dia adalah) gudang kemuliaan juga kebahagiaan # petunjuk seluruh umat menuju syariatnya

أذكى النسبِ أعلى الحسبِ # كُلُّ العَرَبِ في خِدمَتِه

Tersuci nasabnya, termulia leluhurnya # setiap orang Arab mengabdinya

سَعَتِ الشَّجَرُ نَطَقَ الحَجَرُ # شُقّ القَمَرُ بِإِشَارتِهِ

Pohon berjalan (ke arahnya), bebatuan bicara # bulan terbelah atas isyaratnya

جِبْرِيلُ أَتَى لَيْلَة َ أَسْرَى # والرَّبُ دعاهُ لحضرتهِ

Jibril datang di malam Isra’ # dan Tuhan mengundangnya hadir di hadapanNya

نالَ الشَّرَفَا والله عَفَا # عما سلفا من أمتهِ

Dia peroleh kemuliaan, dan Allah mengampunkan # dosa-dosa lalu dari umatnya

فمحمدنا هوَ سيدنا # فالعِزُّ لَنا لإِجَابتِهِ

Muhammad, dia adalah tuan kita # kemuliaan bagi kita untuk menerima panggilannya

*****

Diterjemahkan dari buku Burdah al-Bûshîrî wa Atsaruha fi Adab al-‘Arab al-Qadim karya Dr. Muhammad Fathullah Misbah, halaman 72-73. Berikut scan halaman yang diterjemahkan:

______________________________

Muhammad bin Sa’îd al-Bûshîrî al-Syadzili (1211-1295 M), seorang ulama, penyair dan sufi dari kalangan Tarikat Syadziliyah. Dia murid langsung Syeikh Abû al-‘Abbâs al-Mursî (murid Sayyid Abû al-Hasan al-Syâdzilî). Imam al-Bûshîrî lahir di daerah Bûshîr di Mesir tahun 1211 M dan wafat di Iskandariyah, Mesir tahun 1295 M. Karyanya yang paling terkenal adalah Qashîdah al-Burdah (Poem of the Mantle) yang berisi pujian dan kerinduan pada Nabi Muhammad SAW. Qashîdah al-Burdah termasuk karya sastra yang unik, selain keindahan bahasanya, Burdah Imam al-Bûshîrî disakralkan (memiliki keistimewaan tertentu), bahkan di saat Imam al-Bûshîrî masih hidup. Burdah Imam al-Bûshîrî telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa. Pada tahun 1894, R. Basset menerjemahkannya ke dalam bahasa Prancis, dan di tahun 1860, C.A. Ralfs menerjemahkannya dalam bahasa Jerman.


Kepada para pembaca setia Tangga.id dan para penulis. Tangga.id mengundang Anda semua untuk menjadi kontributor, menyumbangkan pemikiran dan gagasan Anda melalui web Tangga.id. Ingin tahu bagaimana aturan mainnya, klik di sini

Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestEmail this to someonePrint this page
Tangga.id
Trending