Penyusunan Daftar Pustaka Adalah Berdasarkan

Penyusunan Daftar Pustaka Adalah Berdasarkan terbaru

Daftar pustaka merupakan bagian penting dari karya ilmiah yang berfungsi sebagai rujukan sumber informasi yang digunakan dalam penulisan. Dengan menyusun daftar pustaka yang baik dan benar, pembaca dapat dengan mudah melacak dan menemukan sumber informasi yang relevan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang penyusunan daftar pustaka, mulai dari pengertian, jenis-jenis, pedoman penyusunan, hingga tips-tips untuk membuat daftar pustaka yang baik dan benar. Selain itu, kita juga akan membahas tentang manfaat dan rekomendasi aplikasi pembuat daftar pustaka yang dapat membantu Anda menyusun daftar pustaka dengan lebih mudah dan efisien.

Pengertian Daftar Pustaka

Penyusunan Daftar Pustaka Adalah Berdasarkan terbaru

Daftar pustaka adalah daftar yang memuat semua sumber informasi yang digunakan dalam suatu karya ilmiah. Daftar pustaka ini disusun secara alfabetis berdasarkan nama penulis atau editor, dan mencakup informasi seperti judul buku atau artikel, penerbit, tahun terbit, dan halaman yang dikutip.

Fungsi daftar pustaka adalah untuk memberikan informasi yang akurat dan lengkap tentang sumber informasi yang digunakan dalam karya ilmiah. Daftar pustaka ini juga memungkinkan pembaca untuk menemukan dan mengakses sumber informasi tersebut jika mereka ingin mempelajari lebih lanjut tentang topik yang dibahas.

Contoh Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

  • Achadi, A. (2001). Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: EGC.
  • Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Pedoman Penanganan Tuberkulosis. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
  • Notoatmodjo, S. (2007). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
  • WHO. (2018). Global Tuberculosis Report. Geneva: WHO.

Jenis-jenis Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah daftar sumber informasi yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah. Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan penulisan, yaitu urutan abjad nama belakang penulis. Namun, ada beberapa jenis daftar pustaka yang disusun berdasarkan urutan lain, seperti urutan tahun terbit atau urutan pentingnya sumber informasi.

Berikut ini adalah beberapa jenis daftar pustaka berdasarkan urutan penulisan:

Daftar Pustaka Berdasarkan Abjad Nama Belakang Penulis

Jenis daftar pustaka yang paling umum adalah daftar pustaka berdasarkan abjad nama belakang penulis. Daftar pustaka ini disusun dengan cara mengurutkan sumber informasi berdasarkan abjad nama belakang penulis. Jika ada dua atau lebih sumber informasi yang ditulis oleh penulis yang sama, maka sumber informasi tersebut diurutkan berdasarkan tahun terbit.

Contoh daftar pustaka berdasarkan abjad nama belakang penulis:

  • Arief, S. (2020). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  • Budiarto, A. (2019). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Cahyo, P. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar.

Daftar Pustaka Berdasarkan Tahun Terbit

Daftar pustaka berdasarkan tahun terbit disusun dengan cara mengurutkan sumber informasi berdasarkan tahun terbit. Jika ada dua atau lebih sumber informasi yang terbit pada tahun yang sama, maka sumber informasi tersebut diurutkan berdasarkan abjad nama belakang penulis. Contoh daftar pustaka berdasarkan tahun terbit:

  • Cahyo, P. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar.
  • Budiarto, A. (2019). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Arief, S. (2020). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Daftar Pustaka Berdasarkan Pentingnya Sumber Informasi

Daftar pustaka berdasarkan pentingnya sumber informasi disusun dengan cara mengurutkan sumber informasi berdasarkan pentingnya sumber informasi tersebut bagi karya ilmiah. Sumber informasi yang paling penting ditempatkan pada urutan pertama, diikuti oleh sumber informasi yang kurang penting. Contoh daftar pustaka berdasarkan pentingnya sumber informasi:

  1. Arief, S. (2020). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  2. Budiarto, A. (2019). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  3. Cahyo, P. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar.

Pedoman Penyusunan Daftar Pustaka

Daftar pustaka merupakan bagian penting dari karya ilmiah. Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah. Daftar pustaka disusun berdasarkan pedoman tertentu agar informasi yang disajikan akurat dan konsisten.

Pedoman umum penyusunan daftar pustaka meliputi:

  • Daftar pustaka ditempatkan di akhir karya ilmiah.
  • Daftar pustaka disusun berdasarkan urutan abjad nama belakang penulis.
  • Setiap entri daftar pustaka harus memuat informasi berikut:
    • Nama belakang dan inisial nama depan penulis.
    • Tahun terbit.
    • Judul karya ilmiah.
    • Tempat terbit: Nama penerbit.
  • Jika sumber yang digunakan berupa artikel jurnal, maka informasi yang harus dicantumkan meliputi:
    • Nama belakang dan inisial nama depan penulis.
    • Tahun terbit.
    • Judul artikel.
    • Nama jurnal.
    • Volume dan nomor jurnal.
    • Halaman.
  • Jika sumber yang digunakan berupa buku, maka informasi yang harus dicantumkan meliputi:
    • Nama belakang dan inisial nama depan penulis.
    • Tahun terbit.
    • Judul buku.
    • Edisi (jika ada).
    • Tempat terbit: Nama penerbit.

Contoh Daftar Pustaka

Berikut ini adalah contoh daftar pustaka yang disusun berdasarkan pedoman tersebut:

  • Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Moleong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Sugiyono, S. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Bandung: Alfabeta.

Penulisan Daftar Pustaka Berdasarkan Jenis Sumber

Penulisan daftar pustaka adalah bagian penting dari sebuah karya ilmiah. Daftar pustaka berisi daftar sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah tersebut. Penulisan daftar pustaka harus dilakukan dengan benar dan konsisten.Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam penulisan daftar pustaka.

Aturan-aturan tersebut berbeda-beda tergantung pada jenis sumber yang digunakan.

Penulisan Daftar Pustaka untuk Buku

1. Nama Penulis

Tuliskan nama penulis buku diikuti dengan tahun terbit buku tersebut.

2. Judul Buku

Tuliskan judul buku dengan huruf miring.

3. Kota Terbit

Tuliskan kota tempat buku tersebut diterbitkan.

4. Penerbit

Tuliskan nama penerbit buku tersebut.Contoh:

Soekarno, B. (2001). Di Bawah Bendera Revolusi . Jakarta

Yayasan Pendidikan Soekarno.

Penulisan Daftar Pustaka untuk Jurnal

1. Nama Penulis

Tuliskan nama penulis artikel jurnal diikuti dengan tahun terbit artikel tersebut.

2. Judul Artikel

Tuliskan judul artikel jurnal dengan huruf miring.

3. Nama Jurnal

Tuliskan nama jurnal tempat artikel tersebut diterbitkan.

4. Volume dan Nomor Jurnal

Tuliskan volume dan nomor jurnal tempat artikel tersebut diterbitkan.

5. Halaman

Tuliskan halaman tempat artikel tersebut diterbitkan.Contoh:Setyowati, D. (2022). Pengaruh Pembelajaran Kooperatif terhadap Hasil Belajar Siswa . Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(2), 100-110.

Penulisan Daftar Pustaka untuk Artikel Online

1. Nama Penulis

Tuliskan nama penulis artikel online diikuti dengan tahun terbit artikel tersebut.

2. Judul Artikel

Tuliskan judul artikel online dengan huruf miring.

3. Nama Situs Web

Tuliskan nama situs web tempat artikel tersebut diterbitkan.

4. Tanggal Akses

Tuliskan tanggal Anda mengakses artikel tersebut.Contoh:Wulandari, S. (2023). Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertanian . Kompas.com. Diakses pada 1 Maret 2023.

Penggunaan Aplikasi Pembuat Daftar Pustaka

Menyusun daftar pustaka secara manual bisa memakan waktu dan rentan kesalahan. Menggunakan aplikasi pembuat daftar pustaka dapat membantu mengotomatiskan proses ini dan memastikan akurasi daftar pustaka Anda. Aplikasi ini dapat memindai dokumen Anda untuk mengekstrak informasi bibliografi, seperti judul, penulis, tahun publikasi, dan nomor halaman.

Informasi ini kemudian digunakan untuk menghasilkan daftar pustaka dalam berbagai gaya, seperti APA, MLA, dan Chicago.

Aplikasi Pembuat Daftar Pustaka Populer

  • Mendeley: Mendeley adalah aplikasi pembuat daftar pustaka yang populer di kalangan akademisi dan peneliti. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengelola referensi, membuat catatan, dan berkolaborasi dengan peneliti lain. Mendeley juga terintegrasi dengan Microsoft Word dan Google Docs, sehingga Anda dapat dengan mudah menambahkan referensi ke dokumen Anda.
  • Zotero: Zotero adalah aplikasi pembuat daftar pustaka open source yang tersedia untuk Windows, Mac, dan Linux. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengelola referensi, membuat catatan, dan berkolaborasi dengan peneliti lain. Zotero juga terintegrasi dengan Microsoft Word dan Google Docs, sehingga Anda dapat dengan mudah menambahkan referensi ke dokumen Anda.
  • EndNote: EndNote adalah aplikasi pembuat daftar pustaka komersial yang populer di kalangan akademisi dan peneliti. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengelola referensi, membuat catatan, dan berkolaborasi dengan peneliti lain. EndNote juga terintegrasi dengan Microsoft Word dan Google Docs, sehingga Anda dapat dengan mudah menambahkan referensi ke dokumen Anda.
  • BibTeX: BibTeX adalah aplikasi pembuat daftar pustaka yang berbasis teks. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk mengelola referensi dalam format teks biasa. BibTeX sering digunakan oleh akademisi dan peneliti yang bekerja dengan dokumen LaTeX.

Tabel Perbandingan Fitur-Fitur Aplikasi Pembuat Daftar Pustaka

Fitur Mendeley Zotero EndNote BibTeX
Manajemen Referensi Ya Ya Ya Ya
Pembuatan Catatan Ya Ya Ya Tidak
Kolaborasi Ya Ya Ya Tidak
Integrasi dengan Microsoft Word dan Google Docs Ya Ya Ya Tidak
Gratis Ya Ya Tidak Ya

Tips Menyusun Daftar Pustaka yang Baik

Daftar pustaka merupakan bagian penting dari sebuah karya tulis ilmiah. Daftar pustaka berfungsi untuk menunjukkan sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah tersebut. Daftar pustaka yang baik dan benar akan membuat karya tulis ilmiah terlihat lebih kredibel dan profesional.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menyusun daftar pustaka yang baik:

1. Konsistensi dan Keteraturan

Konsistensi dan keteraturan adalah kunci dalam menyusun daftar pustaka. Gunakan satu gaya penulisan daftar pustaka secara konsisten sepanjang karya tulis ilmiah Anda. Beberapa gaya penulisan daftar pustaka yang umum digunakan antara lain gaya Harvard, gaya APA, dan gaya Chicago.

2. Lengkapi Informasi

Daftar pustaka harus memuat informasi yang lengkap tentang sumber-sumber yang digunakan. Informasi yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka antara lain nama penulis, tahun terbit, judul karya tulis, tempat terbit, dan penerbit.

3. Gunakan Sumber yang Kredibel

Dalam menyusun daftar pustaka, gunakan sumber-sumber yang kredibel dan terpercaya. Hindari menggunakan sumber-sumber yang tidak jelas atau tidak dapat dipertanggungjawabkan.

4. Urutkan Daftar Pustaka dengan Benar

Daftar pustaka harus diurutkan dengan benar. Urutan daftar pustaka dapat dilakukan berdasarkan abjad nama penulis, tahun terbit, atau judul karya tulis.

5. Gunakan Software Pengolah Kata

Untuk memudahkan penyusunan daftar pustaka, Anda dapat menggunakan software pengolah kata seperti Microsoft Word atau Google Docs. Software pengolah kata ini memiliki fitur-fitur yang dapat membantu Anda menyusun daftar pustaka dengan cepat dan mudah.

Contoh Daftar Pustaka yang Baik

Daftar pustaka merupakan bagian penting dari karya ilmiah yang berfungsi untuk mencantumkan sumber-sumber informasi yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah tersebut. Daftar pustaka disusun berdasarkan aturan tertentu yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah contoh daftar pustaka yang baik dan benar untuk berbagai jenis karya ilmiah:

Tabel Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Jenis Karya Ilmiah Format Daftar Pustaka
Artikel Jurnal Nama Belakang Penulis, Inisial Depan. (Tahun). Judul Artikel. Nama Jurnal, Volume(Nomor), Halaman.
Buku Nama Belakang Penulis, Inisial Depan. (Tahun). Judul Buku. Kota: Penerbit.
Bab dalam Buku Nama Belakang Penulis, Inisial Depan. (Tahun). Judul Bab. Dalam Nama Belakang Editor, Inisial Depan. (Ed.), Judul Buku (Halaman-Halaman). Kota: Penerbit.
Prosiding Konferensi Nama Belakang Penulis, Inisial Depan. (Tahun). Judul Makalah. Dalam Prosiding Konferensi, Kota, Tanggal.
Tesis atau Disertasi Nama Belakang Penulis, Inisial Depan. (Tahun). Judul Tesis atau Disertasi. Kota: Universitas.
Sumber Elektronik Nama Belakang Penulis, Inisial Depan. (Tahun). Judul Artikel atau Dokumen. Nama Situs Web. Diakses pada Tanggal.

Ringkasan Terakhir

Demikian pembahasan tentang penyusunan daftar pustaka yang baik dan benar. Dengan mengikuti pedoman dan tips yang telah dijelaskan, Anda dapat menyusun daftar pustaka yang informatif dan akurat, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan sumber informasi yang relevan dan memperkuat kredibilitas karya ilmiah Anda.

Sudut Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa fungsi daftar pustaka dalam karya ilmiah?

Daftar pustaka berfungsi sebagai rujukan sumber informasi yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah, sehingga pembaca dapat dengan mudah melacak dan menemukan sumber informasi yang relevan.

Apa saja jenis-jenis daftar pustaka?

Jenis-jenis daftar pustaka antara lain daftar pustaka berdasarkan urutan penulisan, daftar pustaka berdasarkan abjad, dan daftar pustaka berdasarkan jenis sumber.

Apa saja pedoman umum penyusunan daftar pustaka?

Pedoman umum penyusunan daftar pustaka antara lain menggunakan gaya penulisan yang konsisten, mencantumkan informasi sumber yang lengkap, dan menyusun daftar pustaka secara alfabetis.

Apa saja tips untuk menyusun daftar pustaka yang baik dan benar?

Tips untuk menyusun daftar pustaka yang baik dan benar antara lain menggunakan aplikasi pembuat daftar pustaka, memperhatikan konsistensi dan keteraturan dalam penulisan, dan memeriksa kembali daftar pustaka sebelum diserahkan.